Minggu, 13 Oktober 2019

                                                                       AMAZON GO
   Setelah lima tahun dibangun, minimarket tanpa kasir " Amazon Go" akhirnya beroperasi secara resmi, Senin (22/1/2018) pagi waktu setempat, atau Selasa (23/1/2018) dinihari WIB. Minimarket serba canggih tersebut buka perdana di ground floor kantor pusat raksasa teknologi Amazon yang baru, Seventh Avenue di Seattle, Amerika Serikat. Pembukaan ini sebenarnya terlambat satu tahun dari rencana awal. Kendati demikian, Amazon Go tetap setia pada tujuan dan konsep awalnya, yakni minimarket yang memberikan pengalaman belanja lebih praktis. Ketika pertama kali masuk, Amazon Go terkesan seperti minimarket yang menyasar kelas high-end. Desain interiornya didominasi unsur kayu dengan lampu pencahayaan berwarna kekuningan. Pembeli mula-mula disuguhkan dengan pilihan salad, sandwich, dan makanan-makanan siap santap untuk sarapan, makan siang, serta makan malam. Berjalan lebih jauh, barulah pembeli bisa menemukan ragam bir dan wine, serta produk-produk daging olahan.
   Tak ada kasir, tak perlu mengantre Setelah mengambil barang-barang yang diperlukan, pembeli tak perlu mengantre untuk membayar di kasir. Pembeli bisa langsung melengos pergi. Bayangkan berapa banyak waktu dan energi yang bisa dihemat dengan mekanisme ini. Lalu, bagaimana Amazon menarik duit dari pembelian? Sebelum masuk ke Amazon Go, pembeli pertama-tama harus memindai smartphone yang didalamnya sudah tersemat aplikasi Amazon Go. Proses pemindaian itu memakan waktu hanya beberapa detik, sehingga sukar menyebabkan antrean panjang. Setidaknya begitu yang diklaim pihak Amazon Go. Selanjutnya, aplikasi itu secara otomatis merekam semua barang yang diambil pembeli. Hal ini dimungkinkan berkat teknologi mutakhir yang menyatukan kamera di sudut-sudut ruangan, sensor pada rak-rak barang, serta data hasil pemindaian aplikasi. Pembayaran akhir dilakukan secara digital dan otomatis dengan pemotongan saldo yang tersemat di dalam aplikasi Amazon Go di ponsel pembeli.Toko itu bukan tanpa karyawan.
    Amazon mengatakan akan ada orang di sana yang membuat makanan, mengisi ulang rak dan membantu pelanggan. Pada hari Senin, para pekerja siap membantu pembeli menemukan dan mengunduh aplikasi Amazon Go di ponsel mereka.
Amazon mengatakan bahwa keluarga dapat berbelanja bersama-sama dengan hanya satu ponsel memindai beberapa orang. Apa pun yang mereka ambil dari rak juga akan ditambahkan ke akun orang yang menandatanganinya. Namun, jangan membantu orang lain yang tidak dikenal. Amazon memperingatkan bahwa meraih barang dari rak untuk orang lain berarti Anda akan dikenakan biaya untuk itu.
  Minimarket Berteknologi Tinggi
 Jika ingin berbelanja di Amazon Go,pembeli harus mempunyai dua hal:smartphone yang sudah terinstal aplikasi amazon serta nomor identitas atau akun amazon.Sebelum masuk berbelanja,pengunjung harus memindai aplikasi Amazon Go pada smartphone mereka di gerbang pemindaian yang terletak di depan toko.
 Tampilan toko offline Amazon Go yang pertama ini layaknya sebuah minimarket 7-eleven.tepat di depan pemindaian,pengunjung akan langsung disambut oleh aneka hidangan siap saji untuk menu sarapan atau makanan siang.masuk kedalam,pengunjung akan mendapati rak-rak yang berisi berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari,termasuk daging segar dan bahan-bahan makanan lainnya.Adapun bagian khusus minuman keras.Meski tidak ada kasir dibagian pembayaran,Khusus dioutlet minuman keras ada pegawai yang berjaga dan akan memeriksa kartu identitas setiap pembeli untuk mengkonsumsi minuman keras.
Tantangan dan Masalah pada Amazon Go
  Karena baru pertama dibuka dan pembelinya terbatas untuk uji coba,tentu saja semua teknologi tinggi tersebut berjalan normal.Masalah diperkirakan akan timbul jika toko otomatis Amazon Go penuh dengan pembeli ,dimana mungkin saja ada beberapa pembeli yang punya kemiripan bentuk tubuh/ketika anak-anak yang mengacak-acak tempat dan susunan barang yang ada dirak,Masalah ini pun dianggap pihak Amazon sebagai sebuah tantangan tersendiri.
  Menurut Gianna Puerini,VP Amazon Go,tokonya sudah berjalan dengan baik dan sudah melewati beragam test uji coba,termasuk tingkat keramayaan pengunjung meski begitu Puerini mengakui teknologi yang digunakan Amazon belum sempurna betul dan justru adanya masalah itu bisa dijadikan sarana untuk mengembangkan sensor penglihatan dari kecerdasan buatan merek.
ADVERTISEMENT

13 komentar: